Mengenal Gejala Radang Sendi Lutut

By: Irwin Andriyanto

Sakit lutut menjadi salah satu penyakit yang sering diderita dan umum terjadi. Hal ini tidak terlepas dari adanya radang sendi lutut yang terjadi pada tulang rawan pelindung. Tepatnya, bagian tulang yang selalu digunakan untuk bergerak.

Sakit lutut setelah melahirkan juga kerap terjadi akibat adanya beban yang lebih berat saat kehamilan berlangsung. Sehingga sendi harus bekerja lebih ekstra setiap kali Anda melakukan pergerakan. Apalagi masa kehamilan terjadi cukup lama.

Terkadang, radang sendi tidak begitu saja diderita oleh seseorang. Melainkan didahului oleh lutut bunyi tapi tidak sakit. Jika terjadi hal demikian, Anda patut untuk waspada dan mulai menjalani hidup yang lebih sehat sejak dini.

Definisi Radang Sendi Lutut

Mengapa lutut sakit?  Penyebabnya bisa berasal dari radang sendi lutut. Radang sendi sendiri memiliki banyak variasi. Setidaknya, ada 100 jenis radang sendi yang membutuhkan perawatan berbeda. Salah satunya yakni radang sendi lutut.

Radang sendi lutut sering dikenal sebagai penyakit osteoarthritis. Penyakit ini merupakan penyakit sendi degeneratif karena habisnya tulang rawan secara bertahap. Sehingga pergerakan pada sendi menjadi terpengaruh dan terganggu.

Gejala seperti sakit di bagian belakang lutut ini akibat rasa nyeri atau peradangan yang terjadi. Umumnya, kondisi ini berhubungan dengan usia seseorang. Semakin bertambah usia, sendi lutut jadi semakin sering digunakan.

Belakang lutut sakit saat ditekuk juga memungkinkan telah terjadi radang sendi lutut. Beberapa penyebab lain radang sendi lutut, yaitu penyakit rematik autoimun, faktor genetik, infeksi, kelebihan berat badan, hingga cedera lutut.

Gejala Radang Sendi Lutut

Gejala Radang Sendi Lutut

Mengenal gejala radang sendi lutut terbilang penting agar Anda bisa melakukan upaya deteksi sejak dini. Jangan sampai, masalah radang sendi lutut baru ditangani setelah kondisi terburuk. Sehingga proses pengobatan sulit dilakukan.

Perkembangan radang sendi lutut memburuk jika adanya cedera lutut. Kondisi ini disebut artritis pascatrauma. Sebab telah terjadi robekan meniskus, cedera ligamen, atau adanya patah tulang lutut. Meskipun hal ini muncul beberapa tahun kemudian.

Sakit lutut merupakan gejala umum yang terjadi jika terjadi peradangan. Namun, penyakit rematik juga memiliki gejala yang serupa. Lalu, bagaimana mengenali gejala radang sendi lutut yang lebih spesifik? Simak ulasannya sebagai berikut.

1. Rasa nyeri terus meningkat secara bertahap

Sakit di bagian belakang lutut bisa menimbulkan rasa nyeri. Jika nyeri ini terus berlangsung dan terasa semakin parah, maka Anda perlu berkonsultasi terhadap peradangan yang terjadi. Rasa nyeri juga mungkin timbul pada kondisi tertentu.

Anlene bisa membantu Anda meringankan rasa nyeri tersebut. Sebab, online memberikan nutrisi pada tulang Anda. Sehingga tulang Anda tetap sehat karena asupan gizi untuk tulang terpenuhi secara alami.

2. Bengkak atau nyeri saat lutut ditekan

Mengapa lutut sakit? Mungkin telah terjadi pembengkakan atau nyeri saat lutut ditekan. Biasanya, pembengkakan terjadi setelah lama tidak beraktivitas. Contohnya, ketika Anda baru bangun tidur di pagi hari.

Pada radang sendi lutut, pembengkakan atau nyeri saat lutut ditekan hanya terjadi tepat di bagian lutut saja. Pembengkakan tidak akan melebar seperti halnya pada penyakit rematik yang bisa menyerang seluruh tubuh.

3. Lutut sulit ditekuk atau diluruskan

Gejala berikutnya yakni belakang lutut sakit saat ditekuk. Sebab, kerusakan sendi dapat memengaruhi struktur lutut. Akibatnya struktur lutut menjadi tidak stabil.

Alhasil, ketika tulang rawan mulai terkikis dan tulang bergesekan maka terjadi permukaan yang bergelombang. Dampaknya sendi menempel atau terkunci yang membuat lutut sulit ditekuk atau diluruskan.

4. Lutut bersuara saat digerakkan

Lutut bunyi tapi tidak sakit menjadi gejala awal radang sendi lutut sebelum kondisinya semakin parah. Suara lutut saat digerakkan bisa terdengar seperti ‘krek’ layaknya gesekan. Ini berarti tulang rawan telah terkikis.

Padahal tulang rawan membantu kelancaran saat bergerak. Tulang rawan yang rusak membuat permukaan kasar dan persendian menjadi terganggu. Apabila terus didiamkan, gejala ini akan memburuk.

5. Lutut semakin sulit digerakkan

Sakit lutut setelah melahirkan bisa dilihat dari kondisi lutut yang semakin sulit digerakkan. Radang sendi lutut lebih buruk hingga sendi sulit bergerak secara lancar. Beberapa gerakan akan sangat sulit dilakukan.

Mulai dari gerakan berjalan, berdiri, berjongkok, hingga melakukan gerakan sehari-hari yang biasanya mudah dilakukan. Tentu efek ini berdampak pada mobilitas Anda jadi menurun dan membutuhkan tongkat atau alat bantu gerak lain.

6. Ruang pada sendi menghilang

Kehilangan ruang pada sendi juga diakibatkan oleh tulang rawan yang mengikis. Tulang rawan mempunyai posisi yang menempati ruang tertentu di sekitar tulang. Sehingga tulang rawan bisa dikatakan sebagai bantalan tulang.

Jadi, ketika tulang rawan terkikis, ruang tersebut tidak lagi ditempati sempurna. Alhasil, muncul ruang pada sendi menghilang. Anda bisa mengetahui kondisi ini dengan melakukan X-ray pada lutut.

7. Cacat pada lutut

Telah disinggung sebelumnya, radang sendi lutut berakibat pada struktur tulang lutut yang berubah. Kerusakan terus berlangsung dan berlanjut ke derajat yang berat. Akibatnya, kerusakan terjadi secara permanen menimbul cacat pada lutut.

Tanda Anda telah cacat lutut bisa sulit dirasakan. Sebab Anda telah mengalami rasa nyeri yang terus berulang. Namun, pada gejala ini Anda telah mengalami bentuk dan penampilan lutut yang berbeda dari kondisi normal.

Sakit lutut memang bisa berakibat fatal. Terlebih, gejala yang terjadi kerap Anda abaikan. Bahkan Anda tidak menyadari bahwa gejala tersebut sedang terjadi.