Media Interaktif Adalah : Manfaat, Jenis dan Pengembangan

By: Irwin Andriyanto

Interaktif adalah suatu komunikasi yang berlangsung secara dua arah sehingga terjadi timbal balik aktif di antara para pelaku yang melakukan komunikasi.  Pengertian ini terkait dengan pembahasan selanjutnya tentang media interaktif.

Media interaktif sendiri merupakan produk atau layanan digital yang berbasis komputer. Komputer digunakan untuk merespon aksi pengguna dengan menampilkan konten seperti teks, video, gambar, animasi, audio, atau game.

Perkembangan media ini banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang kehidupan. Salah satunya yakni di dunia pendidikan. Dunia pendidikan mengaplikasikan media interaktif dalam sistem belajar mengajar sebagai alat bantu para pengajar.

Adapun penjelasan lebih lengkap akan dibahas berikut ini. Mulai dari pengertian, manfaat, jenis, dan pengembangan media interaktif terbaru. Anda bisa menggunakan informasinya sebagai referensi.

Pengertian Media Interaktif dalam Pembelajaran

Media Interaktif Adalah : Manfaat, Jenis dan Pengembangan

Media interaktif adalah alat atau saluran untuk menyampaikan sebuah pesan yang berlangsung dalam hubungan dua arah. Dalam pembelajaran, media interaksi tidak selalu digunakan. Contoh media tidak interaktif yaitu buku pelajaran.

Seiring perkembangan zaman di era digital, pembelajaran mulai menggunakan media interaktif. Misalnya, aplikasi edukasi dengan respon tindakan tertentu sesuai dengan tujuan dari pembelajaran tersebut.

Contoh penerapan media interaktif adalah aplikasi edukasi pembelajaran untuk mengenal huruf. Pada saat pengguna media atau user menyentuh huruf, maka pesan audio segera berbunyi dari aplikasi tersebut.

Dari contoh di atas, munculnya pesan audio setelah pengguna menyentuh huruf berarti telah adanya interaksi. Interaksi ini terjadi antara pengguna dengan media. Alhasil, aplikasi edukasi disebut sebagai media interaktif.

Manfaat Adanya Media Interaktif

Setelah memahami pengertian media interaktif, Anda juga perlu mengetahui apa saja manfaat dari media interaktif. Dengan mengetahui manfaatnya, Anda dapat menerapkan media interaktif sesuai dengan penggunaan yang tepat.

Telah disinggung bahwa media interaktif memiliki banyak manfaat. Bahkan manfaatnya mampu mencakup banyak bidang kehidupan manusia. Salah satunya dalam pembelajaran di aspek pendidikan.

Di bawah ini beberapa manfaat dari media interaktif.

1. Interaksi yang menarik dan menyenangkan

Adanya tindakan timbal balik atau interaksi yang menarik dan menyenangkan tentu lebih disukai pengguna media. Terlebih interaksi yang ditampilkan mampu merespon seluruh panca indra pengguna.

2. Waktu jadi efisien

Informasi atau pesan yang disajikan oleh media interaktif dapat lebih cepat diterima oleh pengguna. Sehingga pesan yang lebih padat dan jelas bisa diberikan dalam waktu singkat. Hal ini membuat waktu penggunaan media interaktif efisien.

3. Hemat biaya

Kelebihan penggunaan teks dalam multimedia interaktif adalah hemat biaya. Ditambah dengan fungsi navigasi dalam sebuah multimedia pembelajaran interaktif adalah juga hemat biaya. Semua cukup menggunakan media interaktif.

4. Pesan lebih detail

Meskipun pesan yang disajikan lebih padat dan jelas tetapi informasi tetap diberikan secara detail. Salah satunya dengan visualisasi 3D di media interaktif. Anda bisa membedakan secara visual sebuah benda sesuai aslinya.

Jenis Media Interaktif dalam Pembelajaran

Komponen dasar dari sistem grafis interaktif yang termasuk input adalah bagian dari media interaktif. Anda bisa lebih mudah memahami dengan mengetahui jenis dari media interaktif dalam pembelajaran sebagai berikut.

1. E-Learning

Jenis media interaktif pertama yakni sebagai e-learning. Contohnya seperti Moodle, Pijar Mahir, Ilmu Komputer, atau Fisika Net. Pijar Sekolah juga merupakan platform pembelajaran digital terpadu yang termasuk media interaktif.

2. Website

Selain berupa platform, pola interaktif adalah memanfaatkan penggunaan website. Seperti Wikipedia, Google, Wikihow, atau Wolfram Alpha. Jenis ini mudah diakses karena berbasis website. Pijar Sekolah juga terdapat ribuan konten belajar.

3. Software

Model media interaktif selanjutnya yakni berbasis software. Seperti, Rekentest, Chinese Toolbox, Software Kalkulator Ilmiah Sicyon Lite, atau ChemDigit. Pijar Sekolah juga memberikan fasilitas video hingga laboratorium maya di aplikasi.

Pengembangan Media Interaktif dalam Pembelajaran

Media interaktif yang kini beredar bukan tanpa proses. Ada banyak pengembangan yang telah dilakukan. Bahkan hingga saat ini media interaktif terus berkembang agar semakin sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Salah satu pionir dari media interaktif yakni video analog yang dikenalkan oleh NV Philips. Beberapa faktor yang mendorong adanya pengembangan media interaktif sebagai berikut.

1. Tahun 1958

Teknologi media pertama yakni komputer mulai dikembangkan tahun 1958. Penggunaan media komputer dapat memberikan akses pada pengguna untuk melihat gambar analog yang berkualitas tinggi.

2. Tahun 1970

Pengembangan media interaktif berlanjut pada konsep antarmuka pengguna grafis (GUI). Teknologi ini dipopulerkan oleh Apple Computer, Inc. dengan tujuan untuk meningkatkan visualisasi, sensasi intuitif, dan informasi desktop virtual.

3. Tahun 1979

Teknologi optik digital oleh NV Philips memberi dampak besar bagi pengembangan media interaktif. Optik digital atau compact disk (CD) menjadi salah satu dari elemen utama sehingga media lebih interaktif.

4. Tahun 1990

Microsoft merilis Windows 3.0 dengan adanya percepatan penerimaan pada sistem GUI. Hal ini digunakan sebagai mekanisme standar untuk berkomunikasi pada sistem komputer yang dikembangkan sebelumnya.

Media Interaktif Pijar Sekolah

Interaktif adalah pengembangan penting di media saat ini. Pijar Sekolah telah menerapkan sistem tersebut dalam metode pembelajaran. Tersedia ribuan konten digital yang bisa dimanfaatkan siswa untuk belajar di sekolah.

Pijar Sekolah juga memberikan fasilitas yang membantu pengelolaan administrasi, operasional, dan manajemen sekolah melalui fitur Sistem Informasi Manajemen (SIM) Sekolah. Fitur ini mempermudah pihak sekolah untuk reporting siswa.

Adapun media interaktif yang banyak berkembang tentu tidak boleh terlepas dari standar pendidikan Indonesia yang berlaku.